Akhirnya Yudisium jg... Selangkah lagi Wisuda dan lulus.... eh malah nemu laporan PKL zaman bahela....
Konservasi Eks Situ Nephenthes sp. di Kebun Raya Baturaden
I.
PENDAHULUAN
Pemerintah telah menetapkan
bahwa Nepenthes sp. termasuk salah satu spesies tumbuhan prioritas dilindungi karena
keberadaannya di alam cenderung terancam punah. Tanaman Nepenthes memiliki
habitat di hutan-hutan sebagai tanaman liar. Kelestarian Nepenthes akhir-akhir ini semakin terancam. Kepunahan Nepenthes pun bisa terjadi jika hal ini tidak ditanggulangi.
Usaha konservasi ex-situ perlu dilakukan (Dinarti et al., 2010)
Spesies
dilakukan upaya perlindungan untuk menjaga spesies tidak punah. Salah satunya
dibangun Kebun Raya Baturaden sebagai tempat konsevasi tanaman yang mulai
langka tersebut. Kebun Raya Baturraden memiliki berbagai potensi flora yang
masih alami. Flora tingkat rendah hingga
tingkat tinggi terdapat disana dan yang dapat dijadikan komoditi utama juga
sangat banyak, misalnya pohon pinus (Pinus mercusii). Kebun Raya
Baturraden memiliki fungsi sebagai tempat konservasi berbagai spesies tumbuhan.
Tumbuhan yang dikoleksi diantaranya Aracaceae, Orchidaceae,
Pteridophyta, Tanaman Langka, Tanaman Obat, Bambu (Bamboo calamus) dan
pembibitan tanaman. Pengkoleksian tumbuhan tersebut dimaksudkan untuk
pelestarian agar tidak terjadi kepunahan terhadap tumbuhan - tumbuhan tersebut
khususnya tumbuhan endemik Gunung Slamet. Pelestarian flora yang ada disana
akan melindungi kekayaan spesies yang berada di tempat tersebut. Lokasi Kebun
Raya Baturraden terletak di Desa Kemutuk Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten
Banyumas. Salah
satu jenis tanaman langka yang ditanam di Kebun Raya Baturraden adalah kantong
Semar atau Nephenthes sp. (Pudjiharta, 2009).
Kata Nephentes berasal dari
bahasa Latin, yang berarti gelas anggur. Nama tersebut pertama
kali digunakan oleh J.P. Bryne (1689), ketika membuat deskripsi berbagai jenis tumbuhan yang berasal dari Srilangka. Kantong semar
termasuk pada divisi Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida,
ordo Caryophyllales, keluarga Nepenthaceae dan genus Nephentes. Beberapa
spesies kantung semar diantaranya Nepenthes adrianii, N. ampullaria dan N.
rafflesiana (Higashi et al., 1992).
Kantong
semar (Nephentes sp.) merupakan tumbuhan yang mampu mencerna serangga
yang terjebak dalam kantung pada ujung sulur daunnya, sehingga dapat
digolongkan dalam tumbuhan insektivora. Serangga tersebut dijadikan sebagai
sumber nutrisi, terutama sebagai sumber protein dan nitrogen, yang tidak
didapatkan tumbuhan tersebut dari tanah yang menjadi habitatnya (Mansur, 2006).
Tumbuhan karnivora seperti kantong semar tumbuh di tanah yang miskin unsur hara, seperti di tanah kapur, tanah berpasir,
tanah merah, dan tanah gambut. Pada umumnya, jenis tanah
tersebut kekurangan unsur nitrogen dan fosfor.
Kekurangan unsur hara menyebabkan tumbuhan tersebut mengubah ujung
sulur daunnya menjadi kantung untuk menangkap serangga atau binatang kecil sebagai sumber nutrisinya. Sulur daunnya dapat mencapai permukaan tanah atau menggantung pada cabang-cabang ranting pohon yang berfungsi sebagai pipa penyalur nutrisi dan air. (Mansur, 2006).
Perbanyakan
tanaman Nepenthes dilakukan selama ini adalah dengan menggunakan
biji, stek maupun pemisahan anakan. Cara perbanyakan melalui stek terbatas
dari jumlah buku dan memerlukan waktu yang relatif lama untuk menyiapkan
tanaman induk siap stek. Perbanyakan melalui biji memerlukan waktu yang cukup
lama yaitu sekitar dua tahun, sedangkan metode perbanyakan dengan pemisahan
anakan terbatas pada sedikitnya jumlah anakan yang terbentuk. Salah satu
teknologi alternatif yang dapat dilakukan adalah menggunakan teknik kultur
jaringan atau in
vitro. Melalui teknik kultur jaringan atau in vitro dapat
menghasilkan tanaman Nepenthes dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang
relatif singkat (Samsurianto, 2010)
Tujuan
dari Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah mengetahui cara perbanyakan dan
mengamati konservasi Nephenthes sp.
di Kebun Raya Baturaden.
II. MATERI DAN METODE
A.
Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam Praktek Kerja
Lapangan mengenai “Konservasi Ex-situ Nephentes sp. di
Kebun Raya Baturraden Kabupaten Banyumas” antara lain, kamera digital, kertas, dan alat tulis.
Bahan-bahan yang digunakan antara lain tanaman
dari Marga Nepenthes, yaitu N. adrianii, N. mirabilis,
N. gymnomphora, N. ampularia, dan N.
rafflesiana.
B.
Lokasi dan Waktu Praktek Kerja Lapangan
Praktek Kerja Lapangan ini akan dilaksanakan selama
14 hari, dimulai tanggal 20 Juli – 03 Agustus 2013 di Kebun
Raya Baturaden Kabupaten Banyumas.
C. Cara
Kerja
Praktek
Kerja Lapangan dilakukan dengan cara ikut serta dalam kegiatan yang diadakan
oleh Kebun Raya Baturraden. Kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan,
identifikasi tanaman, perawatan dan pendataan tanaman Nephenthes sp. serta proses perbanyakan Nephenthes sp.
1. Persiapan
praktek kerja lapangan
Tahap
awal praktek kerja lapangan dengan memperkenalkan lingkungan lokasi. Tahapan
pengenalan lokasi sebagai tahap persiapan praktek kerja lapangan. Pengenalan
lokasi praktek kerja lapangan meliputi pengenalan seluruh pegawai Kebun Raya
Baturraden dan mengunjungi seluruh wilayah konservasi tumbuhan terutama tanaman Nepenthes.
2.
Registrasi Koleksi dan pembibitan
1. Mencatat nomor registrasi yang
ada pada tanaman koleksi dan pembibitan
2. Mengamati keadaan tanaman koleksi dan pembibitan
3.
Perawatan tanaman tanaman koleksi dan pembibitan
1. Penyiraman tanaman koleksi dan pembibitan dilakukan sebagai perawatan rutin agar
kelembaban lingkungan selalu terjaga.
2.
Pemberian fungisida dan insektisida jika terjadi serangan
hama dan jamur.
3.
Pembersihan Pot dari tanaman gulma.
4. Pemindahan media jika diperlukan
4.
Perbanyakan Nephenthes sp. dengan cara stek
1. Tanaman koleksi Nephenthes sp. dikumpulkan dan
dikelompokan berdasarkan jenisnya.
2. Tanaman yang telah cukup
umur dipilih dan dipotong dengan ukuran lebih kurang 10cm
3. Batang bagian bawah Nephenthes sp. diberi larutan Rhotone.
4.
Batang ditancapkan pada polybag dan diberi sungkup plastik.
5. Tanaman dijaga kelembaban dan
diamati.
5.
Perbanyakan Nephenthes sp. dengan
cara penanaman biji
1. Menyiapkan Biji Nephenthes yang
telah siap tanam.
2. Meyiapkan Baki berisi arang sekam
dan taburkan benih Nephenthes sp .
3. Membungkus baki dengan plastik
supaya terjaga kelebabannya.
4. Penyiraman dilakukan setiap hari
untuk menjaga kelembaban.
klik disini untuk versi lengkap